REPUBLIKA.CO.ID, Burung bersarang di tempat yang aneh dan paling
tidak biasa. "Anda bisa jumpai mereka bersarang di bawah
Genteng yang
longgar atau di dalam ventilasi rusak," ujar desainer asal Inggris,
Aaron Dunkerton.
Hanya saja begitu bangunan kian rapat demi
perbaikan insulasi dan ruang hijau menghilang akibat urbanisasi, burung
gereja ikut kehilangan bagian besar mereka membuat sarang di sana.
Selama
tiga dekade, populasi burung gereja
Rumahan di Inggris menurun 70
persen dan di negara itu, burung tersebut bahkan masuk daftar spesies
langka. Dunkerton, mahasiswa di Kingston University, seperti diberitakan
oleh
Wired, berupaya memberikan solusi lewat
'Bird Brick" atau
Batu Bata Burung, lima susun
Batu Bata yang bisa dibangun di dinding rumah dan bangunan untuk menghadirkan sarang bagi burung.
Desain
Dunkerton terdiri dari lima
Batu Bata Buatan tangan yang disusun
sehingga memiliki lubang bukaan. Lubang itu berukuran 1,25 inci, cukup
bagi burung kecil seperti burung gereja (atau varietas burung kecil
lain) untuk bersarang dengan nyaman, tapi masih cukup kecil untuk
menjaga dari pengunjung tak diinginkan.
Gagasannya, si pemilik
bangunan bisa memasangnya dalam konstruksi dinding baru. "Burung gereja
rumahan adalah burung yang sangat sosial dan suka bersarang dalam koloni
kecil," kata Dunkerton. Bata ini, idealnya, bermanfaat bila dipasang
pada ketinggian 2 meter hingga 5 meter dari dasar bangunan.
Batu Bata menurut Dunkerton, tidak terlalu butuh banyak perawatan dan
mudah disertakan dalam arsitektur di Inggris. Satu yang paling penting,
material ini memiliki temperatur yang pas untuk menjaga telur burung
tetap aman.
Tak seperti terakota,
Batu Bata memiliki variasi
kelembaban dan suhu rendah, yang berarti lambat menyerap panas sepanjang
hari dan melepaskannya di malam hari, sehingga mencegah telur terlalu
panas atau terlalu dingin. Itu berarti bata cocok untuk lingkungan
stabil dalam musim berkembang biak.
Sang desainer mendapat
bantuan dari MBH Freshfield Lane, perusahaan yang memiliki spesialisasi
membuat kerajinan
Batu Bata untuk mencetak desainnya. Ia akan menguji
coba
Batu Bata Burung musim panas tahun depan karena musim berkembang
biak burung tahun ini sudah lewat.
"Mimpi saya, desain ini bisa
diadopsi dalam undang-undang sehingga semua bangunan baru harus
mengikutsartakan dua atau tiga item dalam dindingnya. "Bila itu terjadi,
maka sarang ini tak hanya bermanfaat bagi burung gereja, tetapi burung
kecil lainnya.