Rabu, 10 Juli 2019

    Kenali Jenis dan Fungsi Batu Bata

    Batu bata merupakan salah satu bahan bangunan pembuat dinding. Batu bata terbuat dari tanah liat yang dibakar sampai warnanya kemerah-merahan. Seiring berkembangnya teknologi, penggunaan batu bata semakin lama semakin menurun. Munculnya material-material baru seperti gypsum atau bambu yang telah diolah, saat ini cenderung lebih dipilih karena memiliki harga yang lebih murah dan secara arsitektur juga terlihat lebih indah.
    Namun, masih banyak pula orang yang lebih memilih batu bata dibandingkan dengan bahan yang lainnya. Batu bata ternyata terbukti lebih awet, kuat, murah, dan lebih mudah didapatkan. Selain itu, bata merah juga membuat ruangan di dalam rumah lebih sejuk, tembok tidak mudah retak, dan tahan api. Batu bata merah memiliki warna yang eksotis dan terkesan natural sehingga sering digunakan sebagai bata tempel untuk membuat dinding yang terkesan ‘industrial’.

    Jenis Batu Bata
    1. Batu bata tanah liat
    Batu bata tanah liat dibagi lagi menjadi 2 kategori, yaitu:
    • Bata biasa. Bata biasa memiliki permukaan dan warna yang tidak menentu. Bata ini juga biasanya digunakan untuk dinding dengan menggunakan mortar (campuran semen) sebagai perekat. Bata jenis ini sering disebut sebagai bata merah.
    • Bata muka atau ekspos. Bata ini memiliki permukaan yang lebih rapih dan mempunyai warna dan corak yang seragam sehingga harganya juga lebih mahal dibandingkan dengan bata biasa. Selain digunakan sebagai dinding, bata ekspos juga digunakan sebagai penutup dinding dan dekorasi.
    1. Batu bata campuran pasir dan kapur
    Sesuai namanya batu bata ini dibuat dari campuran pasir dan kapur dengan perbandingan 1:8. Dalam proses pembuatannya air ditekan ke dalam bahan sehingga terbentuklah bata yang kokoh. Bata ini digunakan pada dinding yang terendam air, yang membutuhkan jenis bata yang sangat kuat dan tidak mudah keropos.
    Kelebihan batu bata merah
    • Dari segi struktur mempunyai kekuatan yang tahan lama dibanding dengan batako
    • Mudah memasangnya karena tukang tidak harus memiliki keahlian khusus
    • Pengangkutan lebih mudah karena ukuran yang lebih kecil
    • Pada pekerjaan yang sempit, lebih cocok menggunakan material ini
    • Mudah didapatkan di mana saja
    • Lebih nyaman dari segi suhu ruangan karena bisa menyesuaikan dengan suhu luar
    • Tahan terhadap api
    • Jarang terjadi retak-retak pada dinding
    • Tidak membutuhkan perekat yang khusus.
    Kekurangan batu bata merah
    • Bentuknya yang tidak seragam menimbulkan kesulitan dalam membangun dinding yang rapi
    • Boros dalam penggunaan bahan perekat sebab memiliki siar yang besar
    • Gampang menyerap suhu sehingga terasa panas saat musim kemarau dan dingin ketika musim penghujan
    • Tingkat kualitas tidak bisa diketahui dengan pasti karena dibuat secara tradisional
    • Pemasangan yang tidak rapi mengharuskan penerapan bahan plesteran yang tebal
    • Memiliki bobot yang lebih berat daripada bata ringan sehingga harus ditopang struktur yang rumit
    • Waktu pengeringanmya cenderung lebih lama ketimbang material-material yang lain
    Cara memasang batu bata
    • Pemasangan batu nol. Kenapa dinamakan batu nol? Karena pemasangan batu nol biasanya dilakukan sampai ketinggian nol pada bangunan rumah atau gedung. Batu nol dipasang di atas sloof atau pondasi menerus, dengan mengacu pada gambar denah yang sudah dibuat sebelumnya. Batu nol harus dipasang seakurat mungkin agar sama dengan gambar rencana pembangunan. Gunakan benang acuan saat pemasangan batu nol  agar tercipta pasangan bata yang lurus dan rapi.
    • Pemasangan lanjutan. Setelah memasang batu nol, kita dapat melanjutkan pemasangan dinding bata lain di atasnya. Pemasangan lanjutan ini juga harus tetap dikontrol dengan benang acuan.
    • Berikan jarak pada setiap pertemuan antara batu bata dan besi kolom. Besi dan batu bata sebaiknya memiliki jarak minimal 2.5 cm – 3 cm, agar proses pengecoran kolom nantinya dapat dilakukan dengan baik dan padat.
    • Lakukan pengecoran kolom pada ketinggian tertentu. Lakukan pengecoran pada kolom saat ketinggian batu bata kira-kira sudah mencapai 1,2 m – 1,5 m. Hal ini dilakukan untuk mencegah batu bata agar tidak ambruk atau rubuh, sebelum dilanjutkan dengan memasang batu bata lain di atasnya. Pengecoran juga sebaiknya dilakukan pada saat batu bata telah mengering.

    by : www.arsitag.com

    Harga Material alam Per Juli 2019

    Harga Material alam Per Juli 2019

    a. Pasir Merapi                 : 190,000/m3(1,000,000/rit) pasirjogja.blogspot.com
    b. Batu belah    : 190,000/m3(1,000,000/rit) pasirjogja.blogspot.com
    c. Urug sirtu : 650.000/rit pasirjogja.blogspot.com
    d. Split : 200.000/m3 pasirjogja.blogspot.com
    e. Batu bata  AT : 750/pcs jualbatubatamurah.blogspot.com
    f.  Batu bata grobogan      : 600/pcs jualbatubatamurah.blogspot.com
    g. Bata Jogja : 720/pcs jualbatubatamurah.blogspot.com
    h. Bata Ringan AAC         : 680/m3 (10,8) truk kecil bataringanhebeljogja.blogspot.com
    i. Bata Ringan AAC  : 650/m3 (47,52)tronton bataringanhebeljogja.blogspot.com
    j.  Mortar perekat : 75.000/sak bataringanhebeljogja.blogspot.com
    k. Batako                            : 3000/pcs
    m. buis beton besar           :73.000/pcs

    Harga tersebut franco Sleman utara ,untuk sleman selatan dan kota jogja ada penyesuaian harga

    Sabtu, 23 Februari 2019

    Harga Material Per Maret 2019

    a. Pasir Merapi                 : 200,000/m3(1,100,000/rit) pasirjogja.blogspot.com
    b. Batu belah    : 200,000/m3(1,100,000/rit) pasirjogja.blogspot.com
    c. Urug sirtu : 650.000/rit pasirjogja.blogspot.com
    d. Split : 200.000/m3 pasirjogja.blogspot.com
    e. Batu bata  AT : 750/pcs jualbatubatamurah.blogspot.com
    f.  Batu bata grobogan       : 600/pcs jualbatubatamurah.blogspot.com
    g. Bata Jogja : 720/pcs jualbatubatamurah.blogspot.com
    h. Bata Ringan AAC         : 770/m3 (10,8) truk kecil bataringanhebeljogja.blogspot.com
    i. Bata Ringan AAC  : 725/m3 (47,52)tronton bataringanhebeljogja.blogspot.com
    j.  Mortar perekat : 75.000/sak bataringanhebeljogja.blogspot.com
    k. Batako                          : 3000/pcs
    m. buis beton besar            :73.000/pcs



    Harga tersebut franco jogja utara , untuk jogja selatan harga menyesuaikan
    khusus bata ringan bongkar sendiri

    Minggu, 17 Februari 2019

    Menghitung Kebutuhan Semen dan Pasir Pada Pasangan Bata

    Menghitung Kebutuhan Semen dan Pasir Pada Pasangan Bata

    Meskipun anda tidak bekerja di bidang pembangunan, namun pengetahuan dasar mengenai perhitungan semen dan pasir ini penting untuk anda miliki. Dengan mengetahui cara perhitungan kebutuhan semen dan pasir, maka anda bisa iku andil dalam penentuan jumlah material bangunan yang dibutuhkan. Anda juga bisa mengatur anggaran pembangunan agar tidak terlalu boros.
    Nah, pada ulasan kali ini kita akan mengulas mengenai cara menghitung kebutuhan semen dan pasir pada pasangan bata atau tepatnya pasangan ½ bata. Simak ulasannya berikut ini:
    1. Pasangan ½ Bata Dengan Campuran 1 PC : 3 PP

    Untuk bata berukuran 5x11x22 dengan luas dinding yang akan dikerjakan adalah 1 m2 maka sesuai dengan SNI 2008, anda membutuhkan material semen (PC) 14,37 kg dan pasir (PP) 0,04 m3. Jika ukurang panjang dan tinggi dinding yang akan dibangun adalah 11 m : 4 m maka anda bisa menggunakan rumus berikut:
    Luas dinding 11×4= 44 m2
    Volume PC: 14,37 x 44 = 632.28 kg maka 632.28 dibagi 40 (1 sak semen perhitungan 40 kg) = 15.8 sak semen
    Volume PP: 0,04 x 44 = 1.76 m3 pasir
    1. Pasangan ½ Bata Dengan Campuran 1 PC : 4 PP

    Untuk bata berukuran 5x11x22 dengan luas dinding yang akan dikerjakan adalah 1 m2 maka sesuai dengan SNI 2008, anda membutuhkan material semen (PC) 11.5 kg dan pasir (PP) 0,043 m3. Jika ukurang panjang dan tinggi dinding yang akan dibangun adalah 11 m : 4 m maka anda bisa menggunakan rumus berikut:
    Luas dinding 11×4= 44 m2
    Volume PC: 11,5 x 44 = 506 kg maka 506 dibagi 40 (1 sak semen perhitungan 40 kg) = 12.65 sak semen
    Volume PP: 0,043 x 44 = 1.89 m3 pasir
    1. Pasangan ½ Bata Dengan Campuran 1 PC : 5 PP

    Untuk bata berukuran 5x11x22 dengan luas dinding yang akan dikerjakan adalah 1 m2 maka sesuai dengan SNI 2008, anda membutuhkan material semen (PC) 9.68 kg dan pasir (PP) 0,045 m3. Jika ukuran panjang dan tinggi dinding yang akan dibangun adalah 11 m : 4 m maka anda bisa menggunakan rumus berikut:
    Luas dinding 11×4= 44 m2
    Volume PC: 9.68 x 44 = 425.92 kg maka 425.92 dibagi 40 (1 sak semen perhitungan 40 kg) = 10.64 sak semen
    Volume PP: 0,045 x 44 = 1.98 m3 pasir
    1. Pasangan ½ Bata Dengan Campuran 1 PC : 6 PP 

    Untuk bata berukuran 5x11x22 dengan luas dinding yang akan dikerjakan adalah 1 m2 maka sesuai dengan SNI 2008, anda membutuhkan material semen (PC) 8.32 kg dan pasir (PP) 0,049 m3. Jika ukuran panjang dan tinggi dinding yang akan dibangun adalah 11 m : 4 m maka anda bisa menggunakan rumus berikut:
    Luas dinding 11×4= 44 m2
    Volume PC: 8.32 x 44 = 366.08 kg maka 366.08 dibagi 40 (1 sak semen perhitungan 40 kg) = 9.15 sak semen
    Volume PP: 0,049 x 44 = 2.15 m3 pasir
    1. Pasangan ½ Bata Dengan Campuran 1 PC : 8 PP 

    Untuk bata berukuran 5x11x22 dengan luas dinding yang akan dikerjakan adalah 1 m2 maka sesuai dengan SNI 2008, anda membutuhkan material semen (PC) 6.5 kg dan pasir (PP) 0,05 m3. Jika ukuran panjang dan tinggi dinding yang akan dibangun adalah 11 m : 4 m maka anda bisa menggunakan rumus berikut:
    Luas dinding 11×4= 44 m2
    Volume PC: 6.5 x 44 = 286 kg maka 286 dibagi 40 (1 sak semen perhitungan 40 kg) = 7.15 sak semen
    Volume PP: 0,05 x 44 = 2.2 m3 pasir
    Semoga informasi di atas bermanfaat untuk anda.



    diambil dari anekabangunan.com

    Selasa, 18 Desember 2018

    Perbandingan Bata Merah, Batako, Bata Ringan , dan Bata Ringan

    Bata merah

    Batu bata mentah dijemur sebelum dibakar
    Bata merah merupakan salah satu jenis bahan dasar pembangunan rumah yang sudah sangat umum digunakan di Indonesia, dari zaman dulu hingga zaman modern seperti saat ini bata merah memang sudah menjadi salah satu bahan wajib di dalam membangun rumah. Cukup bisa dimaklumi, bata merah masih lebih banyak digunakan daripada bata ringan atau batako press, karena selain sudah teruji kekuatannya, mendapatkan jenis material ini pun tidak susah.
    Bata merah yang dimaksud adalah bata yang dibuat dari tanah yang dicetak kemudian dibakar dengan suhu tinggi sehingga menjadi benar-benar kering, mengeras dan berwarna kemerah-merahan. Tanah yang digunakan pun bukanlah sembarang tanah, tetapi tanah yang agak liat sehingga bisa menyatu saat proses pencetakan. Karena itulah, rumah yang dindingnya dibangun dari material bata merah akan terasa lebih nyaman dan adem. Selain lebih kuat dan kokoh serta tahan lama, sehingga jarang sekali terjadi keretakan dinding yang dibangun dari material bata merah. Selain itu Material ini sangat tahan terhadap panas sehingga dapat menjadi perlindungan tersendiri bagi bangunan Anda dari bahaya api.
    • Batu bata merah dibuat dari tanah liat yang dicetak, kemudian dibakar. Tidak semua tanah lihat bisa digunakan. Hanya yang terdiri dari kandungan pasir tertentu.
    • Umumnya memiliki ukuran: panjang 17–23 cm, lebar 7–11 cm, tebal 3–5 cm.
    • Berat rata-rata 3 kg/biji (tergantung merek dan daerah asal pembuatannya).
    • Bahan baku yang dibutuhkan untuk pasangan dinding bata merah adalah semen dan pasir ayakan. Untuk dinding kedap air diperlukan campuran 1:2 atau 1:3 (artinya, 1 takaran semen dipadu dengan 3 takaran pasir yang sudah diayak). Untuk dinding yang tidak harus kedap air, dapat digunakan perbandingan 1:4 hingga 1:6.
    • Kuat,kukuh dan tahan terhadap cuaca maupun benda keras

    Batako

    Selanjutnya setelah bata merah adalah Batako, material dinding dari batako ini umumnya dibuat dari campuran semen dan pasir kasar yang dicetak padat atau dipress. Selain itu ada juga yang membuatnya dari campuran batu tras, kapur dan air. Bahkan kini juga beredar batako dari campuran semen, pasir dan batubara. Dengan bahan pembuatan seperti yang telah disebutkan, batako memiliki kelemahan yaitu kekuatannya lebih rendah dari bata merah, sehingga cenderung terjadi keretakan dinding, terutama jika bagian kosong-nya tidak diisi dengan adukan spesi. Pemakaian material batako untuk dinding juga membuat bangunan lebih hangat bahkan cenderung pengap dan panas, tidak seperti bata merah yang terbuat dari material tanah. Batako cenderung lebih ringan daripada bata merah. Teksturnya pun terlihat lebih halus dari bata merah.

    Batako putih (Tras)

    • Batako putih dibuat dari campuran tras, batu kapur, dan air. Campuran tersebut dicetak, lalu dibakar. Tras merupakan jenis tanah berwarna putih / putih kecoklatan yang berasal dari pelapukan batu-batu gunung berapi.
    • Umumnya memiliki ukuran panjang 25–30 cm, tebal 8–10 cm, dan tinggi 14–18 cm.
    • Untuk dinding seluas 1 m2, kira-kira membutuhkan:
      • Batako tras = 25 buah
      • Semen = 0,215 sak
      • Pasir ayak (pasir pasang) = 0,025 m3

    Batako Semen PC / Batako pres

    • Batako pres dibuat dari campuran semen PC dan pasir atau abu batu.
    • Ada yang dibuat secara manual (menggunakan tangan), ada juga yang menggunakan mesin. Perbedaannya bisa dilihat pada kepadatan permukaan batakonya.
    • Umumnya memiliki ukuran panjang 36–40 cm, tebal 8–10 cm, dan tinggi 18–20 cm.
    • Untuk dinding seluas 1 m2, kira-kira membutuhkan:
      • Batako pres = 15 buah
      • Semen PC = 0,125 sak
      • Pasir ayak (pasir pasang) = 0,015 m3

    Bata ringan

    Bata ringan atau disebut hebel atau celcon. Material bata ringan ini pembuatannya sudah sangat modern dimana material ini dibuat dengan menggunakan mesin pabrik. Bata ini cukup ringan, halus dan memilki tingkat kerataan yang baik. Bata ringan ini diciptakan agar dapat memperingan beban struktur dari sebuah bangunan konstruksi, mempercepat pelaksanaan, serta meminimalisasi sisa material yang terjadi pada saat proses pemasangan dinding berlangsung.
    • Bata hebel dibuat dengan mesin di pabrik. Bata ini cukup ringan, halus, dan memiliki tingkat kerataan yang baik.
    • Bisa langsung diberi aci tanpa harus diplester terlebih dulu, dengan menggunakan semen khusus. *Bahan dasar acian/semen tersebut adalah pasir silika, semen, filler, dan zat aditif. Untuk menggunakannya, semen ini hanya dicampur dengan air. Tetapi bisa juga menggunakan bahan seperti pemasangan batako.
    • Umumnya memiliki ukuran 60 cm x 20 cm dengan ketebalan 8–10 cm.
    • Untuk dinding seluas 1 m2, kira-kira membutuhkan:
      • Bata hebel/celcon = 8 buah
      • Semen instan = 11,43 kg
      • Air = 0,15–0,16 liter

    Bataton

    Bataton terbuat dari campuran semen, agregat, pasir, kerikil, air dan bahan khusus lain. Bahan-bahan ini dicetak dalam berbagai bentuk yang kemudian disebuat sebagai bataton. Bentuk-bentuk bataton ini menyisakan rongga pada bagian dalamnya. Rongganya bisa diisi baja untuk tiang kolom, juga bisa sebagai jalur pipa air dan kabel listrik.
    Banyak pilihan bentuk bataton yang diproduksi oleh Holcim ini. Sebut saja blok beton berprofil H untuk dinding, bataton profil U untuk balok pengikat fondasi (sloof ), dan balok pengaku (ringbalk ), serta bataton bentuk kolom. Sedangkan bataton balok, rooster , dan lengkung menjadi material pendukung elemen rumah.
    Rongga pada bataton dapat berperan juga sebagai isolator panas. Rongga tersebut dapat menangkap rambatan radiasi panas pada dinding akibat terpapar terik matahari. Dengan begitu, suhu radiasi panas pada dinding tak seluruhnya merembes sampai ke dalam ruangan.
    Daya tarik lain dari bataton adalah proses konstruksinya lebih ekonomis jika dibandingkan bata merah. Contohnya pembuatan dinding bata merah yang memerlukan bingkai struktur (kolom praktis, sloof , dan ringbalk ), yang harus menggunakan cetakan (bekisting ). Selain menunggu masa keras beton, bekisting pada bingkai struktur dinding tadi harus dilepas. Untuk pemasangannya, minimal satu hari, dicor, besok dilepas, baru dipasang lagi. Kalau pakai blok beton cukup dalam satu hari, dapat diisi tulangan besi, lalu bisa ditaruh pada atasnya. Tidak perlu menggunakan bekisting. Jadi hemat kayu, waktu dan tenaga. Konstruksi jadi lebih ekonomis.

    Jumat, 02 Februari 2018

    Truk Batu Bata Terguling Saat di Turunan, Satu Penumpang Tewas

    TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG - Tak bisa kuasai laju kendaraan, truk pengangkut batu bata terguling di turunan Rujak Asem, Kecamatan Bejen, Kabupaten Temanggung, Minggu (14/01/2018).
    Kapolres Temanggung Polda Jateng  AKBP Wiyono Eko Prasetyo melalui Kapolsek Bejen AKP Taryanto menerangkan, kejadian terjadi sekitar pukul 10.30 Wib. tepatnya di turunan Rujak Asem, depan TPK Bejen.
    “Pada saat kejadian mobil bermuatan batu bata dan membawa lima orang yakni  Akhmad Taufan (27) warga Desa Rowo, Rt 10 Rw 04, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung, dan empat orang berada di bak belakang truk yakni Sundarsri (47), Sarwidi (43), Bandel Purwoko (36) dan Murjini (39) ,” terang Taryanto.
    Lebih lanjut Taryanto mengatakan, dari data yang dikumpulkan ketika sampai di turunan, pengemudi truk hendak memindahkan gigi perseneling dari dua ke gigi perseneling satu akan tetapi pengemudi tidak bisa menguasai laju kendaraannya.
    “Semula kendaraan truk dengan Nopol. G-1637-KB tersebut  datang dari arah Candiroto menuju Bejen berjalan dengan kecepatan sedang, sesampainya di TKP kondisi Jalan menurun masuk gigi persneling 2, pengemudi hendak memindahkan gigi persneling ke gigi 1 tetapi tidak bisa menguasai laju kendaraannya sehingga reuk berjalan terlalu kekanan dan akhirnya terbalik,” lanjut taryanto.
    Beberapa saat setelah terjadi kecelakaan, kelima orang korban langsung dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Bejen, namun karena luka yang derita cukup parah empat korban langsung dirujuk ke RSUD Temanggung untuk mendapatkan perawatan medis.
    “Dalam kecelakaan tunggal ini terdapat lima korban, satu orang meninggal dunia di tempat atas nama Sudarsri, dua orang mengalami patah kaki atas nama  Sarwidi dan Bandel Purwoko, sedangkan supir dan satu orang lainnya mengalami luka ringan, kerugian material akibat kecelakaan tersebut diperkirakan mencapai Rp 5.000.000,- (lima juta Rupiah),” kata Taryanto.
    Setelah kejadian tersebut Taryanto berpesan kepada seluruh masyarakat yang melintas agar selalu hati hati karena banyaknya tikungan, turunan dan tanjakan di wilayah Bejen ini.
     “Selalu hati-hati ketika melewati wilayah Bejen karena bangak tikungan, turunan dan tanjakan yang perlu diwaspadai saat berkendara, budayakan keselamatan sebagai kebutuhan, karena keluarga menanti anda di rumah,” pesan Taryanto.

    Cuaca Tak Mendukung, Perajin Batu Bata Stop Produksi



    KRJOGJA.com - Puluhan perajin batu bata merah Kelurahan Lalung, Karanganyar Kota berhenti membuat material bangunan itu selama musim penghujan. Mereka hanya menjual batu bata sisa produksi pada musim kemarau lalu.  
    "Beberapa tetangga sudah kehabisan barang. Yang ada saat ini, tidak banyak. Saya sendiri hanya menjual hasil produksi kemarau kemarin," kata Marsi (45), juragan batu bata asal Rt 02/Rw III Dusun Kepuh, Lalung kepada KRJOGJA.com, Senin (29/1/2018).  
    Batu bata yang dijualnya sekarang merupakan hasil produksi Agustus-Oktober tahun lalu. Biasanya selama musim kemarau, perajin memproduksi sebanyak-banyaknya sebelum musim penghujan tiba. Selama tiga bulan itu, ia dan suaminya Sutardi (50) menghasilkan hingga 10 ribu buah batu bata merah.
    "Mulai pertengahan Januari ini, stoknya kemarin dibakar. Setelah siap baru dijual. Per seribu buah dijual Rp 500 ribu-Rp 600 ribu. Itu harganya enggak naik, masih standar," katanya.
    Wanita yang sudah puluhan tahun berbisnis batu bata merah ini mengatakan, para perajin biasanya memiliki sumber penghasilan lain yang diandalkan selama berhenti produksi. Misalnya bercocok tanam, beternak dan menjadi buruh bangunan.
    "Bagi mereka yang memiliki ladang, tentu langsung bercocok tanam. Terutama di sawah tadah hujan. Memasuki musim kemarau, membuat batu bata merah lagi," katanya.
    Wagiyem, perajin lainnya mengatakan tak bisa menaikkan harga jual batu bata merahnya meski jumlah barang terbatas. Sebab, persaingan pasar antarperajin tergolong ketat. Agar langganan tak beralih ke lainnya, ia harus memastikan batu bata merahnya berkualitas.
    "Disortir dulu yang benar-benar kering dan terbakar merata. Kalau enggak bagus, nanti bisa dikomplain. Bangunannya bisa roboh. Saya enggak mau ambil risiko jualan barang lapuk," kata wanita ini sambil menunjukkan sampel batu bata siap jual ukuran panjang 12 sentimeter, lebar 3 sentimeter dan tebal 6 sentimeter.
    Mengenai bahan baku, ia mengatakannya tak terkendala. Pemasok tanah liat menjualnya Rp 500 ribu per rit ukuran mobil bak terbuka. Bahan baku itu habis untuk 1.000 buah batu bata. Dijelaskannya, produksi batu bata merah membutuhkan proses panjang sebelum siap dijual. Setelah tanah liat dicetak, kemudian didiamkan cukup lama di tempat kering. Lalu membakarnya supaya keras.
    "Hujan seperti ini, saya bolak-balik menutup stok yang tersisa dengan terpal plastik agar enggak kehujanan. Kalau terang, plastiknya dibuka lagi," katanya.

    Rabu, 11 Oktober 2017

    Pekerja Proyek Apartemen Tewas Tertimpa Batu Bata


    BANDUNG - Seorang pekerja di proyek Apartemen Pasteur Gateway, Jalan Gunung Batu, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Cicendo, tewas. Pekerja itu tewas setelah tertimpa sebuah batu bata yang jatuh dari lantai 12.

    Korban diketahui bernama Aang (58). Pria warga Jalan Marga Mulya, RT 1/1, Kelurahan Cimahi, Kecamatan Cimahi Tengah ini sebelumnya sempat di bawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), tetapi nyawa korban tidak bisa tertolong.

    "Kejadiannya sekitar pukul 11.00. Korban ketika itu berada di lantai dasar," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polrestabes Bandung AKBP Mokhamad Ngajib kepada wartawan, Selasa (7/10/2014).

    Menurut Ngajib, batu bata tersebut jatuh tepat menimpa kepala bagian atas korban, yang kemudian korban dibawa ke RSHS. Namun sayang nyawa korban tak tertolong, korban meninggal ketika sampai di RSHS. "Kami melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengetahui kejadian yang sebenarnya," tuturnya.

    Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Cicendo AKP Gatot Satya mengatakan, pihaknya tengah memeriksa beberapa saksi terkait kecelakaan kerja tersebut. "Di antaranya beberapa pekerja yang saat itu berdekatan dengan korban dan pekerja yang berada di lantai 12. Tidak hanya itu pihak dari PP sebagai kontraktornya pun dilakukan pemeriksaan jadi total seluruhnya ada enam orang," katanya.

    Guna kepentingan penyelidikan, polisi memasang garis polisi di tempat kejadian. "Agar penyelidikan tidak terganggu, kami pasang garis polisi di lokasi tersebut.," katanya, seraya menambahkan, pihaknya telah mengamankan barang bukti berupa bongkahan batu.


    sindonews.com

    Rabu, 04 Oktober 2017

    Cara Pemasangan Batu Bata yang benar

    1. Mempersiapkan bahan-bahan utama
    Pertama kalinya anda harus mempersiapkan batu bata, pasir, semen, air, cangkul, benang tukang, sendok semen, paku, air dan ember.
    1. Campur dulu pasir dan semen dengan benar
    Gunakan campuran antara pasir dan semen yang sesuai dengan kebutuhan anda. Jika pencampuran kedua material ini terlalu banyak digunakan akan terbuang sia-sia karena akan mengeras. Perbandingan pasir dan semen yang harus anda campur adalah 4 : 1. Perbandingan ini akan menghasilkan kombinasi yang kuat. Aduklah kedua material ini sampai merata. Kualitas campuran semen dan pasir yang merata biasanya ditandai dengan semakin sedikitnya buih-buih yang ada pada campuran tersebut.
    1. Lakukan pengukuran pada area yang ingin dipasang batu bata
    Pemasangan batu bata bisa berjalan dengan akurat apabila anda melakukan pengukuran terlebih dahulu pada area yang dituju. Biasanya para tukang akan memberikan tanda pada setiap pojok dinding dengan menancapkan besi penyangga. Selain itu anda juga boleh mempersiapkan benang tukang, paku dan palu dalam langkah ini. Benang yang anda siapkan harus anda tarik secara vertikal dan horizontal untuk memastikan bahwa batu bata yang dipasang nantinya tidak miring.
    1. Mulailah pemasangan
    Tempatkan campuran pasir dan semen yang telah anda aduk di area yang sudah anda pasangi benang. Biasanya ketinggian dan tebal semen yang baik untuk anda taruh itu setebal 2 sentimeter. Setelah itu letakkan batu bata ke atas semen yang telah anda letakkan.
    Pasang dalam posisi horizontal. Lalu letakkan lagi campuran semen dan pasir yang telah anda aduk dan kali ini letakkan diatas batu bata yang telah dipasang. Lakukan dengan ketebalan yang sama. Lanjutkan begitu seterusnya.
    Trik pemasangan batu bata yang benar adalah dengan meletakkan batu bata dengan posisi zig-zag agar semen dan batu bata saling mengikat satu sama lain. Ini adalah hal yang sangat krusial dalam pemasangan batu bata. Jika anda memasangnya dengan cara sejajar maka tembok yang anda buat tidak akan kuat ketahanannya.

    Rabu, 12 April 2017


    Dinding Batu Bata Terekspos dan Cara Finishing-nya

    Membiarkan dinding rumah tanpa plester, sehingga susunan batu bata tampak jelas, telah menjadi salah satu gaya tersendiri untuk memperindah tampilan interior maupun eksterior rumah. Semakin hari, semakin banyak peminat dari dinding dengan batu expose, demikian umumnya mereka menyebutnya. Untuk menjadikan tampilan yang lebih menarik, dinding batu expose harus direncanakan sejak awal dan dapat ditindaklanjuti dengan finishing tertentu.
    Sebagai contohnya adalah dengan menyusun batu bata secara rapat, sehingga garis spasi (siar) tidak tampak. Untuk mendapatkan dinding batu bata terekspos tanpa siar, diperlukan batu bata dengan ukuran yang presisi dan memiliki tekstur yang halus. Batu bata yang digunakan umunya adalah batu bata produksi pabrik yang pengolahan dan pembuatannya menggunakan mesin, sehingga ukuran dan bentuk batu bata yang dihasilkan sama. Disamping itu, hendaknya dipilih perekat dengan kualitas terbaik. Dalam proses pemasangan batu bata, hanya digunakan perekat dalam jumlah yang sedikit. Hal ini berkaitan dengan tujuan awal, bahwa siar antara batu bata dibuat sangat tipis atau hampir tidak terlihat. Pemilihan bahan perekat yang terbaik, ditujukan untuk mendapatkan daya rekat yang kuat, meskipun bahan yang digunakan sebagai perekat berjumlah minimal.




    Beberapa orang justru menyukai batu bata konvensional, diaplikasikan sebagai dinding dengan batu bata terekspos. Batu bata yang dibuat secara manual, memiliki ukuran yang kurang presisi (beragam) jika dibandingkan batu bata produksi pabrik modern (pembuatan dengan mesin). Proses pemasangan pada batu bata konvensional, dapat dilakukan seperti biasa, seperti halnya menyusun batu bata untuk keperluan dinding dengan plester. Hanya saja, usahakan memilih batu bata yang berukuran seragam. Dan pastikan bahwa batu bata yang akan dipasang masih utuh (tidak retak ataupun pecah), sehingga hasil akhirnya akan terlihat bagus.
    Hal lain yang perlu diperhatikan dalam pemasangan batu bata konvensional adalah jarak nat. Usahakan untuk menyamakan lebar semua nat (baik vertikal maupun horizontal). Gunakan bahan perekat (adukan) yang tidak terlalu kasar, dengan cara menggunakan pasir yang bersih tanpa kerikil atau butiran pasir besar (gunakan ayakan dengan ukuran lubang yang kecil).
    Disamping memperhatikan proses pemasangan, Anda bisa memlakukan finishing pada batu bata yang telah terpasang. Untuk penggunaan batu expose pada luar ruangan, pastikan memberikan coating anti jamur dan lumut. Anda juga bisa mengecat batu bata tersebut dengan warna tertentu sebagai variasi penampilan.
    Solusi lain jika Anda menginginkan dinding dengan batu bata terekspos, tetapi Anda terlanjur memiliki dinding dengan plester adalah dengan menggunakan batu bata tempelan. Ukuran dari batu bata templean ini ada yang lebih besar, maupun lebih kecil dari batu bata biasa. Adapun teknik pemasangan batu bata tempelan sangat mirip dengan teknik pemasangan keramik. Batu bata tempelan ini pun ada dua macam, yaitu hasil produksi konvensional dan hasil produksi pabrik modern. Perbedaannya terletak pada bahan pembuatan dan sifat ukuran batu batanya.
    Batu bata produksi pengrajin umumnya dibuat dengan bahan tanah liat, semen dan pasir. Batu bata templean yang dihasilkan pun tidak memiliki ukuran yang presisi. Berbeda dengan batu bata tempelan produksi pabrik modern yang memiliki ukuran seragam dan presisi. Pabrik modern umunya menggunakan bahan terakota untuk memproduksi batu bata tempelan. Karena sifatnya yang memiliki ukuran seragam dan presisi itu, jika diaplikasikan batu bata tempelan produksi pabrik modern justru akan terlihat terlalu rapi. Dan kesan alami yang timbul dari susunan batu bata kurang terlihat. Oleh karena itu, kebanyakan peminat dinding batu bata terekspos justru lebih memilih batu bata tempelan produksi pengrajin.
    Solusi penggunaan batu bata tempelan ini sangat cocok jika Anda ingin melakukan perubahan gaya, dari dinding berplester. Artinya, Anda tidak perlu mengelupas plester dinding rumah Anda untuk mendapatkan penampilan baru berupa batu bata ekspos. Tetapi jika Anda menginginkan dinding baru, maka perencanaan sejak awal bisa dilakukan, dengan memperhatikan proses pemasangan batu bata agar lebih rapi, dan tidak mengaplikasikan plesteran pada dinding.

    Senin, 14 November 2016

    Deni Jadi Buruh Batu Bata untuk Bantu Keluarga

    PARIK MALINTANG – Agar punya uang jajan, Syafrita Deni, pelajar SMAN 1 Nan Sabaris, setiap hari Minggu memilih jadi buruh. Dia melakukan hal itu karena tidak tega melihat ibunya yang menjanda sejak ditinggal pergi sang ayah, membanting tulang untuk menafkahi mereka yang lima bersaudara.
    Syarita Deni yang akrab dipanggil Deni adalah anak bungsu. Dia sudah terbiasa menjadi buruh di perusahaan batu bata sejak kelas dua SMP dan, sekarang dia sudah duduk di bangku SMA. “Kalau tidak ikut bekerja, maka kita ada uang buat jajan,” kata gadis itu ketika ditemui Singgalang, baru-baru ini.
    Oleh karena sudah terlatih, Deni, panggilan akrab Syarita Deni, bisa mencetak 1.000 bua batu bata. Setiap satu batu bata yang dia cetak dia dapat upah Rp40. Jadi, kalau 1.000 bata berarti dapat Rp4o ribu sehari. Itulah buat jajannya selama sepekan.
    Syafrita Deni mencetak batu bata di perusahaan tempat dimana ibunya, Risnawati, bekerja sebagai buruh, yaitu pada salah satu perusahaan batu bata di Korong Kampuang Ladang, Nagari Kurai Taji, Kecamatan Nan Sabaris. Tidak jauh dari tempat tinggalnya.
    Pekerjaan sekali seminggu itu dilakoni Deni sejak ayahnya yang berjualan roti keliling berpisah dengan ibunya. “Ya, kasihan ibu yang harus banting tulang untuk menafkahi kami,” ujar anak yang bercita-cita ingin menjadi dosen tersebut.
    Paling tidak, kata Deni, dengan bekerja setiap hari Minggu. Dia tidak perlu lagi meminta jajan sama ibunya. Penghasilan ibu bisa buat memenuhi kebutuhan hidup yang lainnya.  “Ya, buat makan dan pembeli pakaian kami, anak-anaknya,” ujarnya.
    Oleh karena berasal dari keluarga kurang mampu, aku Deni, dia juga mendapat bantuan pakaian seragam dari pihak sekolah. Ada empat stel pakaian sekolah yang dia terima. Pakaian dibelikan pihak sekolah dengan dana bantuan beasiswa dan uang komite.
    Kehidupan keluarga Syarrita Deni memang cukup memprihatinkan. Sejak rumahnya rubuh akibat gempa 2009, sekarang mereka tinggal di rumah Wardina, salah seorang kakaknya. 


    http://hariansinggalang.co.id/

    Jumat, 07 Oktober 2016

    Banyak Orang Rela Antre Beli Batu Bata "Supreme", Apa Istimewanya?

    KOMPAS.com — Kini, rasanya setiap orang akan membeli apa pun asalkan barang tersebut dirilis oleh label ternama atau rumah mode papan atas.
    Harga tak lagi jadi persoalan. Intinya, barang itu harus dimiliki biar terlihat trendi dan keren.
    Salah satu label peralatan skateboarding dan busana olahraga, Supreme, baru saja merilis koleksi terbaru yang sangat tidak biasa, yaitu batu bata.
    Ya, batu bata Supreme ini hadir persis bentuk batu bata pada umumnya.
    Keistimewaannya, hanya ada label Supreme tercetak besar di bagian tengah sebagai diferensiasi dibandingkan batu bata lainnya.
    Hanya dalam hitungan menit, batu bata Supreme langsung ludes dibeli oleh sejumlah netizen lewat situs belanja dan lelang.
    Hal lain yang terbilang luar biasa adalah, ada satu pengguna eBay sampai melelang batu bata Supreme hingga 1.000 dollar AS atau setara dengan Rp 13 juta.
    Tak hanya dijual secara online, batu bata ini juga hadir di butik Supreme yang berlokasi di London, Inggris.
    Kehadiran koleksi aneh tetapi nyata ini bahkan sampai membuat antrean panjang konsumen yang rela berdiri lama di luar butik demi mendapatkannya.


    Dua pemuda Inggris yang berhasil membeli batu bata Supreme, Joshua Sales dan Jim Russel, mengaku sangat bahagia.
    Sales mengatakan kepada Buzzfeed bahwa dia memang pelanggan Supreme, dan batu bata itu akan terlihat keren sebagai aksesori di meja kamar tidurnya.
    Sales mengatakan bahwa dia membeli batu bata Supreme dengan harga 90 poundsterling atau lebih kurang Rp 1,6 juta.

    Kamis, 14 Juli 2016

    Pekerja Proyek Apartemen Tewas Tertimpa Batu Bata

    BANDUNG - Seorang pekerja di proyek Apartemen Pasteur Gateway, Jalan Gunung Batu, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Cicendo, tewas. Pekerja itu tewas setelah tertimpa sebuah batu bata yang jatuh dari lantai 12.

    Korban diketahui bernama Aang (58). Pria warga Jalan Marga Mulya, RT 1/1, Kelurahan Cimahi, Kecamatan Cimahi Tengah ini sebelumnya sempat di bawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), tetapi nyawa korban tidak bisa tertolong.

    "Kejadiannya sekitar pukul 11.00. Korban ketika itu berada di lantai dasar," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polrestabes Bandung AKBP Mokhamad Ngajib kepada wartawan, Selasa (7/10/2014).

    Menurut Ngajib, batu bata tersebut jatuh tepat menimpa kepala bagian atas korban, yang kemudian korban dibawa ke RSHS. Namun sayang nyawa korban tak tertolong, korban meninggal ketika sampai di RSHS. "Kami melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengetahui kejadian yang sebenarnya," tuturnya.

    Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Cicendo AKP Gatot Satya mengatakan, pihaknya tengah memeriksa beberapa saksi terkait kecelakaan kerja tersebut. "Di antaranya beberapa pekerja yang saat itu berdekatan dengan korban dan pekerja yang berada di lantai 12. Tidak hanya itu pihak dari PP sebagai kontraktornya pun dilakukan pemeriksaan jadi total seluruhnya ada enam orang," katanya.

    Guna kepentingan penyelidikan, polisi memasang garis polisi di tempat kejadian. "Agar penyelidikan tidak terganggu, kami pasang garis polisi di lokasi tersebut.," katanya, seraya menambahkan, pihaknya telah mengamankan barang bukti berupa bongkahan batu.



    sindonews.com

    Minggu, 24 April 2016

    Meneladani Semangat Kartini, Anak Buruh Batu Bata Ini Jadi Polwan

    Meneladani Semangat Kartini, Anak Buruh Batu Bata Ini Jadi Polwan
    MAGELANG - Semangat hidup dan pantang menyerah membuat kehidupan seorang polisi wanita (Polwan) bernama Putri Tanti Rahayu (20), patut dijadikan teladan.
    Polwan berpangkat Bripda ini, menjadi cermin bahwa pangkat maupun profesi tidak dinilai dengan materi.
    Siang itu, terik matahari menyengat tubuh sejumlah polisi yang bertandang ke sebuah rumah berdinding gedheg (anyaman bambu) dan masih berlantai tanah di Dusun Dilem RT 12 RW 3, Desa Kebonrejo, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang.
    Rumah sederhana itu ternyata milik keluarga Bripda Putri yang sehari-hari bekerja di staff bagian perencanaan Polres Magelang.
    Putri, panggilan akrab polwan tersebut, hidup dengan sederhana dan kurang layak dibandingkan dengan rekan-rekan seprofesinya.
    Ayah Putri, Tobi’i (48) bekerja sebagai buruh batu bata dengan penghasilan tidak menentu. Sementara, ibunya, Mulyanti (45), bekerja sebagai buruh pabrik di Kabupaten Semarang.
    Dengan latar belakang kehidupan yang serba sulit itu, Putri mampu menembus ketatnya persaingan masuk menjadi anggota Korps Bhayangkara ini. Tentu saja, ada rasa takut, minder dan juga cemas akan biaya tinggi di awalnya.
    “Saya tidak menyangka, jika diterima sebagai polisi. Saat itu, meski dalam kondisi serba kekurangan, ibu saya terus mendorong agar saya bisa terus semangat ikut tes masuk menjadi Polwan,” kenang Putri kepada Tribun Jogja, Rabu (20/4/2016).
    Alumni Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Satyapratama Salaman ini, awalnya hanya bercita-cita sebagai buruh pabrik di PT Sanyo, Cimanggis. Dia juga memiliki tekad, saat merantau di luar Jawa Tengah, bisa sembari meneruskan kuliah.
    Kakak sulung dari Dea Tanti Safitri (15), Aqsal Adi Wasiqo (13), Udini Istantina (11) ini, akhirnya memperoleh kabar tentang pembukaan Polwan.
    Dia pun mengubur dalam-dalam impiannya untuk bekerja langsung sembari kuliah. Meskipun, dia juga takut pada polisi saat itu.
    “Saat itu, ada pendaftaran terus mencoba mendaftar online tapi susah satu minggu baru masuk, terus mendapat regristrasi terakhir dari Polres," ujarnya.
    Saat Registrasi Administrasi (Regmin) awal di minggu pertama, Putri sempat minder, karena bertemu sesama pendaftar ternyata persyaratan mereka sudah lengkap.
    Motivasinya pun luntur saat mengetahui masih banyak persyaratan yang belum dilengkapi.
    Putri pun hampir mengambil keputusan agar tidak melanjutkan tes menjadi Polwan. Saat itu, dia mengingat pada tanggal 21 april 2014, hujan abu ringan mengguyur wilayah Kabupaten Magelang.
    “Tiba-tiba, tanpa angin dan hujan, rumah yang kami tempati selama sekian tahun ambruk. Wah, saat itu sudah hampir tidak melanjutkan. Tetapi, setelah sampai rumah ditelepon oleh kepolisian untuk kembali ke Polres. Saya ditunggu sampai pukul 14.30 untuk serahkan kelengkapan berkas, kalau tidak jadi (mendaftar) harus buat pernyataan di atas materai Rp 6000," tuturnya.
    Putri akhirnya memutuskan untuk tetap melanjutkan tes menjadi Polwan. Dia pun akhirnya lolos Regmin dan menjalani pemeriksaan Kesehatan awal di gedung Bayangkara Polda Jateng.
    Kala itu, setiap hari Putri menginap di Ambarawa di tempat kos ibunya hingga lolos tes.
    Namun, Putri sempat khawatir saat akan menjalani tes renang. Dia mengaku kurang mahir berenang dan sudah lupa dengan gaya-gaya berenang karena sudah sangat jarang dipraktekkan.
    Lagi-lagi, ibunya memotivasinya agar dia tetap menjalani tes sampai akhir.
    “Anehnya, saya bisa berenang dengan gaya punggung dan banyak teman saya yang tenggelam, “ tutur Putri yang sempat bersaing dengan 14.700 pendaftar.
    Akhirnya, dia lolos tes dan diterima menjadi Polwan. Putri benar-benar tidak menyangka jika dirinya bisa lolos. Apalagi, dia tidak ditarik uang sepeserpun untuk lolos tes dan sebagainya.
    Padahal, sebelumnya, dia memiliki pandangan jika seseorang yang lolos tes polisi harus memiliki banyak uang.
    “Saya akhirnya mengingat benar nasehat orang tua. Saya benar-benar tak menyangka bisa menjadi seorang polisi dan tanpa harus membayar uang untuk bisa lolos,” katanya.
    Putri pun tergolong sebagai seorang yang pandai, dia sempat meraih nilai 100 di dalam Ujian Nasional (UN) Matematika dan mendapatkan beasiswa dari Pemkab Magelang.
    Saat ini, dia bisa membantu untuk kehidupan dan sekolah tiga adiknya, serta bisa membiayai kuliahnya di Universitas Muhammadiyah Magelang (UMM) jurusan Hukum.
    Tobi’i, ayah Putri mengaku bangga dengan apa yang diraih putrinya ini. Dia juga berharap agar Putri bisa menjalani profesinya dengan jujur, tanggung jawab dan disiplin.Bahkan, dia juga tidak menyangka anak buruh batu bata dengan upah Rp 35 hingga 40 ribu per hari itu bisa menjadi aparat.“Saya hanya doa dan puasa agar anak saya bisa berhasil. Menjunjung derajat orang tuanya dan bisa bekerja dengan tekun,” ujarnya. (Tribunjogja.com)